BERITA
  • 03 Oktober 2019
  • 0 Komentar
  • 48 Kali Dilihat
Ramones Art dan Diskoperindag Prakarsai membantik 100 Meter

Pringsewu - Pemkab kabupaten pringsewu gelar peringatan hari batik nasional di Rest Area di Pekon Wates Kecamatan Gadingrejo (Rabu, 2/10/2019). Hari Batik Nasional adalah hari perayaan nasional Indonesia untuk memperingati ditetapkannya batik sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Non Bendawi ( Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity ) pada 2 Oktober 2009 oleh UNESCO. Acara ini dibuka oleh Bupati Pringsewu H. Sujadi serta turut dihadiri Wakil Bupati pringsewu Dr. H. Fauzi, SE., M.Kom., Akt. CA. CMA. Ketua DPRD Pringsewu Suherman. S.E, Wakil Ketua DPRD Hj. Mastuah, Ketua dan Wakil Ketua TP-PKK, para anggota DPRD, Kepala OPD, Camat, para tamu undangan dan terkhusus tamu dari Negara Jepang Sugita Masako yang turut hadir didalam acara tersebut.

    

Pemilihan Hari Batik Nasional pada 2 Oktober berdasarkan keputusan UNESCO yaitu Badan PBB yang membidangi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan, yang secara resmi mengakui batik Indonesia sebagai warisan budaya dunia. UNESCO memasukkan batik dalam Daftar Representatif Budaya Tak benda Warisan Manusia. Pengakuan terhadap batik merupakan pengakuan internasional terhadap budaya Indonesia.

 Acara ini sendiri diprakarsai oleh komunitas Ramones Art bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten pringsewu yang dalam hal ini Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian, ketua Ramones Art Pringsewu Fitri Amin Buchori, yang akrab disapa Pe'i mengatakan, kegiatan membatik ini sebagai sedakah ilmu. Sebab, menurut dia, sedekah ilmu itu lebih mulia. "Kegiatan ini sebagai sebuah penghargaan buat pembatik di Kabupaten Pringsewu. Seperti disabilitas (pembatik) kita," kata ketua Komunitas Pembatik Pringsewu tersebut. Diketahui kain batik sepanjang 100 meter yang diberi warna sudah dipola, polanya merupakan ikon kabupaten Pringsewu berupa tugu bambu selamat datang di ibu kota Kabupaten Pringsewu kemudian terdapat variasi gambar biji kopi dan kapal jung yang menjadi cirikhas motif Lampung.

 

 Fitri mengatakan, batik yang dipola merupakan jenis malam dingin. Dia mengatakan kegiatan peringatan Hari Batik Nasional ini merupakan yang ketiga kalinya selama tiga tahun terakhir. Fitri berharap kedepan kegiatan tersebut bisa sepenuhnya diselenggarakan (dihandel) Pemkab Pringsewu. " Insya Allah bisa mendapatkan penghargaan Muri dan bisa mengundang turis mancanegara," ujarnya. ( diskoperindag/@41 )